oleh

Dua Kapal Hilang Kontak, 24 ABK Hilang

Ilustrasi kapal kayuJAKARTA — Kapal Kayu Nur Faida diinformasikan hilang kontak di perairan Biak Numfor, Papua. Kapal logistik yang mengangkut enam orang itu berangkat dari dermaga Angrem Manokwari pada Minggu (3/6) lalu, menuju Distrik Poiru, Numfor Biak.

Namun, berdasarkan pemaparan Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu, Pandu Yunianto, kapal yang seharusnya tiba pada Senin (4/6) kemarin hingga kini belum kembali.

“Laporan Kepala Basarnas Manokwari pada 5 Juni 2019 pukul 04:35 WIT, telah terjadi kecelakaan Kapal Kayu Nur Faida GT 6 Ton bermuatan logistik dengan POB 6 (enam) orang,” katanya dalam jumpa pers yang diadakan di Kementerian Perhubungan, Rabu (5/6).

Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan bahwa lokasi terjadinya kecelakaan diperkirakan terletak pada koordinat 0°55’14.70″S – 134°30’31.19″E.

Ditjen Perhubungan Perhubungan Laut Kemenhub pun disebut telah mengerahkan tim penyelamat ke lokasi titik koordinat dengan KM SAR Kumbakarna 244 pada pukul 05:00 WIT.

Sementara itu, Badan SAR Nasional Palu, Sulawesi Tengah mengerahkan satu kapal KM SAR Bhisma mencari KM Lintas Timur yang tenggelam di perairan Selat Taliabu, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kantor SAR Palu Basrano, di Palu, Rabu (5/6) mengatakan, KM Lintas Timur membawa sebanyak 18 orang awak kapal di nakhodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi berlayar dari Pelabuhan Bitung, Menado, Sulawesi Utara menuju Morowali, Sulawesi Tengah mengangkut bahan bangunan (semen).

Informasi Basarnas, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/6) sekitar pukul 14.00 WITA. Dalam perjalanan mesin kapal rusak sehingga kapten kapal mencari pelabuhan terdekat guna memperbaiki mesin, insiden itu terjadi di musim mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah 2019.

“Setelah mesin kapal di perbaiki, KM Lintas Timur melanjutkan pelayaran, dalam perjalanan mesin kapal kembali rusak dan semua sistem kapal tidak berfungsi. Tingginya gelombang dan cuaca buruk membuat kapal oleng dan tidak bisa dikendalikan,” tutur Basrano.

Dari kecelakaan laut tersebut, satu orang Anak Buah Kapal (ABK) warga Ambon bernama Yakub selamat terapung di lautan selama empat hari, sementara 17 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR.

“Tim SAR terus berupaya mencari 17 orang yang masih hilang akibat kecelakaan laut dibantu satu kapal KM SAR Bhisma yang baru didatangkan dari Kantor SAR Batam,” tambahnya.

Basarnas Palu mengerahkan 15 personel melalui Pos SAR Luwuk melakukan pencarian di wilayah Perairan Kabupaten Banggai dan sekitarnya, hingga kini baru satu korban di temukan.

Dia menyebut, pencarian berada di koordinat 1°34’4.31”E – 122°21’45.35”E hingga 1°29’34.25”S – 122°35’12.19”E diarah timur perairan Sulawesi Tengah.

“Komdisi cuaca hujan sedang dengan tinggi gelombang dua sampai 2,5 meter,” ungkap Basrano.

Kapal tersebut milik PT Citra Baru Adi Nusantara. Ke-18 ABK KM Lintas Timur atas nama Martinus Matitaputi (Nahkoda), Rifki, Seken, Krisna, Muh Amri, Zulkifli, Lukas, Karno, Bas, Riko, Yoga, Sigil Olimam, Lukmi, Amis, Yakub (korban selamat), Bahar, Jefri dan Nur. (RED/CNN/Satumaluku.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed