oleh

Parah Banget! Jumlah Penduduk Lebih Sedikit dari Daerah Lain, Pemprov Sulut Kelimpungan Tangani Corona

-Covid-19, Daerah-122 views
Pemerhati Kota Manado Terry Umboh. Foto: Istimewa

Jakarta, FAKTA88.com – Jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (8/6/2020) mencapai 510 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Jika dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki jumlah penduduk belasan bahkan puluhan juta jiwa, rasio peningkatan kasus Covid-19 naik tajam. Padahal Sulut cuma punya jumlah penduduk 2,5 juta jiwa. Bandingkan dengan Jawa Barat 45 juta jiwa.

Kondisi ini menjadi pertanyaan besar soal kinerja dan komitmen kerja Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (OD) dan wakilnya Steven Kandouw (SK). Melihat tren peningkatan kasus Covid-19, tandem OD-SK ini dianggap miskin terobosan.

Peningkatan kasus sepekan terakhir di Sulut mengungkapkan pemerintah kurang greget menangani Corona. “Kinerja selama ini cuma berkaitan dengan distribusi APD dan bantuan sosial. Padahal langkah pencegahan yang paling vital adalah memutuskan potensi kontak erat antarorang. Ini tekanan yang harus dilampir dalam kebijakan yang ketat,” ungkap pemerhati Kota Manado, Senin (8/6/2020).

Ia menjelaskan, ada sejumlah indikator penyebab rendahnya daya kerja dan komitmen mencegah Covid-19.

Pertama, koordinasi Pemprov dan Pemkab/Pemkot tidak maksimal. Ada kecenderungan miskomunikasi dan saling lempar keputusan penanggulangan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, mengenai penerapan pembatasan lalu lintas orang.

Kedua, Pemprov dan Pemkab/Pemkot cenderung fleksibel soal penanganan ODP dan PDP. “Kasus ambil paksa RS Pancaran Kasih tergambar bahwa tidak ada koordinasi yang tegas,” kata Umboh.

Ketiga, komunikasi pemerintah dan Forkopimda masih lemah. Padahal situasi bencana nonalam membutuhkan intervensi unsur TNI-Polri. “Warga masih semau gue saling kontak, mobilisasi, kumpul-kumpul,” singgung dia.

Menurut dia, metode penanganan dan pencegahan mestinya terintegrasi semua daerah sehingga secara simultan upaya memutuskan mata rantai lebih mudah terkoordinasi.

“Dan itu kembali ke OD-SK sebagai pemimpin Sulut. Keduanya harus agresif memompa kinerja pemkab/pemkot. Yang terjadi malah saling kritik. Cobalah untuk belajar dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Tegas dan punya terobosan kebijakan,” tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melihat ada 16 provinsi yang saat ini mengalami tren penurunan potensi penularan kasus Covid-19 dengan merujuk pada data R0. Hal tersebut berdasarkan indikator epidemiologi, R0 alias R-naught.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA mengatakan terdapat 16 provinsi menunjukkan di bahwa angka 1.

“Jumlah kasus yang semakin lama semakin menurun tergambar dari Provinsi diantaranya Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Banten , NTT, Kalimantan Timur, Kalimatan Utara, Sulewesi Tengah, dan Sulewesi Selatan, serta Sulawesi Tenggara,” ujar Safrizal dalam jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Kemudian, lanjut Safrizal ada juga sejumlah daerah yang R0 alias R-naught diatas 1. Artinya bahwa menggambarkan wabah virus Covid-19 masih terjadi.

“Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua barat,” ujarnya. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed